Polri Pastikan Rekrutmen Akpol 2026 Transparan, Tanpa Jalur Khusus Narasi:

Berita Polri

April 7, 2026

2
Min Read
Oplus_131072

Berita Lainnya

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam melaksanakan rekrutmen Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis melalui prinsip BETAH.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan press release penerimaan Taruna/i Akpol TA 2026 yang digelar di Mabes Polri, Senin (6/4).

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Pol. Anwar menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, jujur, terbuka, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai prinsip BETAH.

“Seleksi penerimaan Taruna-Taruni Akpol 2026 mengedepankan prinsip BETAH. Proses dilakukan secara objektif, jujur, dan terbuka,” ujarnya.

Ia menambahkan, transparansi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen di tubuh Polri. Seluruh tahapan seleksi, kata dia, dilakukan secara terbuka dan diawasi baik oleh internal maupun pihak eksternal.

“Kami memastikan setiap proses dapat dilihat, diawasi, dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irjen Pol. Anwar menegaskan bahwa rekrutmen tahun ini hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler tanpa adanya kuota khusus maupun jalur tambahan.
“Tidak ada jalur khusus atau titipan. Peserta yang lulus adalah mereka yang memiliki nilai terbaik berdasarkan hasil seleksi,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara, animo masyarakat terhadap rekrutmen Taruna Akpol 2026 cukup tinggi. Tercatat sebanyak 7.988 pendaftar, dengan 5.432 peserta telah terverifikasi dan 2.556 lainnya masih dalam proses verifikasi.
Menurutnya, rekrutmen ini merupakan bagian dari investasi strategis Polri dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan yang adaptif, komunikatif, dan inovatif.

“Taruna Akpol dipersiapkan menjadi pemimpin Polri yang mampu menjawab tantangan tugas ke depan,” katanya.
Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menambahkan bahwa penguatan pengawasan publik menjadi aspek penting dalam menjaga integritas proses seleksi.

Ia menyebut, Polri telah menyediakan kanal pengaduan melalui hotline dan QR Code untuk memudahkan masyarakat dalam menyampaikan laporan.

“Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengawasi agar proses rekrutmen tetap berjalan sesuai prinsip BETAH,” ungkapnya.

Polri berharap seluruh rangkaian seleksi Taruna-Taruni Akpol 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan calon perwira terbaik sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia institusi di masa depan.

PILIHAN EDITOR