Para Pengunjung wisatawan di pulau berhala mengeluh kekurangan penyediaan air bersih dan tempat wisata pun kotor dan kumuh seperti tidak ada perhatian dari pemerintah daerah ,

Berita Polri

Maret 31, 2026

5
Min Read

Berita Lainnya

 

Lingga — Kepulauan Riau,Kepri, — Wisata pulau berhala pemandangan nya sangat menakjubkan dari keindahan Air Laut yang berwarna hijau dan pantainya dengan hamparan Pasir warna putih tidak salah lagi kalau dari keindahan pemandangan tersebut menjadi menarik para wisatawan untuk berkunjung ke pulau berhala.

Terutama warga masyarakat dari Tanjung Jabung provinsi Jambi dan pekan baru juga Palembang Namun sangat disayangkan wisata tersebut seperti tidak ada perhatian dari pemerintah daerah baik kebersihannya maupun perawatan tempat tempat bangunan wisata tersebut.tepaynya wisata pulau berhala tersebut di Kelurahan Berlian, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau,Kepri, Senin tgl 30/Maret/2026

Hasil investigasi kami dari tim media beberapa warga masyarakat setempat mengungkapkan sangat di sayangkan kondisi tempat wisata pulau berhala ini lihat kondisi dilapangan sangat kotor dan banyak daun daun kering dan ranting juga anak kayu dan botol kaca bekas minuman berserak di pantai juga baik pembangunan jalan setapak banyak rusak alias hancur juga bangunan tempat wisata pun seperti tidak ada dirawat dengan baik padahal wisata pulau berhala ini setiap tahun nya di saat hari raya idul Fitri dari mulai hari ke 2 sampa ke 5 di kunjungi pengunjung dari luar daerah terutama warga masyarakat dari Tanjung Jabung provinsi Jambi, tamu tamu yng berkunjung ke pulau berhala ini ribuan seperti tahun tahun yang kemaren bisa mencapai Lima ribu lebih dan itu Setiap tahunnya di saat hari raya idul Fitri, bertujuan para wisatawan tersebut untuk menikmati pemandangan dan suasana yang sangat indah memandang pemandangan yang luas denga air laut warnai hijau kehijauan dan hamparan pantai pasir putih dengan batu batu yang besar dengan keindahannya yang menawan, Ungkapnya

Masih yang sama Namun sangat di sayangkan dan sangat memperhatikan para pengunjung mengeluh dengan kondisi tempat wisata yang kotor dan susah untuk mendapatkan Air bersih, dan jalan setapak kondisi semak dan bangunan sudah rusak alias hancur begitu juga pantai yang indah dengan hamparan pasir putih menjadi hitam karena banyak daun daun kering dan ranting kayu juga berserakan botol kaca, tegasnya beberapa warga setempat saat di jumpai

Masih yang sama Bangunan bangunan tempat wisata pun sudah banyak yang rusak dan hancur padahal jelas omset setiap tahun sangat besar hingga ribuan pengunjung, namun sangat di sayangkan kondisi di lapangan wisata ini begitu menyedihkan hingga para pengunjung kekurangan air bersih untuk mandi,

Karna Kurang nya dan tidak ada perhatiannya dari pemerintah setempat, di duga selama ini pemerintah cuma ambil hasilnya saja tanpa ada untuk peduli atau memperhatikan tempat wisata tersebut, khususnya pulau berhala ini. Tegasnya beberapa warga setempat

Beberapa warga juga menyampaikan pulau berhala tersebut dulu jadi rebutan wilayah antara dua wilayah provinsi Jambi dan provinsi Kepulauan Riau,Kepri, hingga masalahnya panjang dan lama hingga terjadi masalah yang sangat sengit, Namun akhirnya waktu demi waktu bernegosiasi antara dua wilayah Akhirnya di menangkan masuk peta wilayah provinsi Kepulauan Riau,Kepri, hingga sampai sekarang ini,

setiap wisatawan masuk di kenakan bayar tiket atau karcis untuk masuk satu orang Rp 10 Ribu rupiah dan kapal harganya beda lagi,

yang sudah sudah tahun kemaren pengunjung bisa mencapai 5 Ribu pengunjung bisa lebih dikalikan saja satu orang tiket masuk bayar Rp 10 ribu rupiah di kalian 5 ribu pengunjung mencapai 50 juta ribu rupiah setiap tahunnya dan itu di setorkan ke dinas pariwisata kabupaten Lingga, infonya kata yang rutin mungutin uang tiket, ungkapnya Warga setempat saat di jumpai,

Masih yang sama Kami warga masyarakat berhala ini cuma jadi penonton selama ini tidak tau hasil dari pungutan uang tiket dari para pengunjung itu kemana,lihat sendiri di lokasi berhala ini banguna tempat wisata sudah banyk rusak jalan setapak pun kondisi rusak dan hancur

setau kami warga sini selama ini di berhala ini tidak ada pembangunan yang di bangun baik kampung maupun tempat wisata atau di berhala khususnya,

Kalau bangunan bangunan yang ada itu sudah lama waktu masih masuk wilayah peta provinsi Jambi dan yang bangunan tempat tempat wisata yang ada itu semua provinsi Jambi waktu dulu masih wilayah jambi, Ungkapnya beberapa warga setempat kepada media ini, saat di konfirmasi,

Yang berbeda para pengunjung yang sedang berwisatawan warga dari Jambi saat di konfirmasi mengungkapkan kami sebenarnya tidak keberatan kami kena bayar Rp 10 ribu rupiah untuk masuk ke wisata berhala ini harapnya dari uang tiket Rp 10 ribu rupiah itu bisa untuk biaya merawat kebersihan dan perawatan di wisata berhala ini

Namun faktanya seperti ini sangat di sayang kenyataan nya tempat wisata kotor semak banyak daun daun kering dan di pantai banyak kaca dan ranting ranting anak kayu di lokasi pantai ini dan ada pengunjung satu orang kena kaki kena pecahan kaca sampa di jait 8 jaitan lukanya, dan yang sangat di sayangkan lagi penyediaan Air bersih susah jangankan untuk mandi mau cuci tangan saja susah untuk mendapatkan Air bersih, ungkapnya beberapa pengunjung wisatawan,

Lurah berlian saat di konfirmasi mengungkapkan kali kelurahan ini cuma hanya bertempat saja hasil pungutan tiket dari pengunjung itu di serahkan ke dinas pariwisata kabupaten Lingga semua jadi soal perawatan wisata baik pembangunannya kami pun GK tau selama ini yang jelas uwang hasil tiket semua di serahkan ke dinas pariwisata kabupaten, ungkapnya dengan tegas,

“Harpiadi St selaku Kepala dinas pariwisata kabupaten Lingga saat di konfirmasi melalui nomor kontaknya dengan aplikasi WhatsApp nya tidak ada balasannya SMS masuk cuma coretan satu di duga nomor sudah di blokirnya di hubungi nomor sedang tidak ada jangkauan nya bunyi memanggil,
(Mhd)

PILIHAN EDITOR