PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat bergerak cepat merespons fenomena antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dipicu oleh isu kelangkaan BBM. Selain memastikan keamanan di lapangan, pihak Kepolisian menegaskan bahwa stok BBM di wilayah Kalimantan Barat sebenarnya dalam kondisi aman terkendali.
Menindaklanjuti situasi tersebut, Polda Kalbar telah menerjunkan Personel dari berbagai satuan untuk bersiaga di titik-titik SPBU yang mengalami kepadatan. Langkah ini diambil guna menjamin kelancaran arus lalu lintas serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H / 2026.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Kapuas 2026, menyatakan bahwa kehadiran polisi di lapangan adalah bentuk pelayanan untuk memberikan rasa aman.
”Kami telah menginstruksikan Personel di jajaran Polres hingga Polsek untuk melakukan pengamanan dan pengaturan antrean di SPBU. Tujuannya agar tidak terjadi kemacetan panjang yang mengganggu pengguna jalan lain, serta memastikan distribusi BBM di tingkat penyalur berjalan tertib tanpa ada gangguan,” Ujar Bambang.
Lebih lanjut, dihimbau kepada Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Ia juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dari situasi ini.
”Masyarakat kami imbau tidak perlu panic buying. Membeli secukupnya saja karena stok dipastikan aman. Kami juga memperingatkan para spekulan agar tidak mencoba-coba melakukan penimbunan.”
“Satgas Ops Ketupat Kapuas 2026 akan terus melakukan monitoring dan tidak segan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku jika ditemukan praktik penyimpangan distribusi,” tambahnya.
Senada dengan pihak Kepolisian, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa hasil koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga menunjukkan pasokan BBM dan LPG untuk wilayah Kalbar mencukupi hingga masa lebaran usai.
”Sebagai Wakil Gubernur, saya perlu memberikan keterangan resmi agar masyarakat tidak panik oleh berita-berita yang belum jelas sumbernya. Saya pastikan bahwa BBM dan LPG kita aman menjelang Hari Raya Idul Fitri. Jadi tetap tenang,” ungkap Krisantus.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Polda Kalbar dan Pertamina akan terus bersinergi melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi tanpa hambatan selama periode mudik dan hari raya.
Publis: Arsyad








