Tak Kunjung Berikan SK Ketua Gapoktan Terpilih Camat Dipukul Warga.

Berita Polri

Maret 12, 2026

3
Min Read

Berita Lainnya

 

Sampit – Kalteng.

Konflik internal Gapoktanhut Bagendang Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, ( Kotim ) pada Rabu 11 Maret 2026 berbuntut panjang hingga terjadi pemukulan terhadap Camat yang sedang memimpin jalanya rapat.

” Rapat rencana penandatangan SK Ketua Gapoktanhut Bagendang Raya, yang dipimpin oleh Camat Mentaya Hilir Utara, dan dihadiri Kapolsek Sungai Sampit,
Danramil,
KPHP Kotim,
Awalnya berjalan kondusif meski belum menemukan kesepakatan penandatanganan SK Ketua terpilih,

” Rapat yang dimulai sejak pukul 10.00. Wib hingga pukul 11.30. Wib masih berjalan alot ahirnya dengan kesepakatan bersama forum rapat diskors selama sepuluh menit.

Sekira pukul 12.00. Wib rapat dimulai lagi dengan agenda yang sudah disepakati bersama dan masih berjalan olet, tiba tiba datang ratusan warga menrobos pagar lantai dua masuk kedalam forum rapat hingga terjadi melakukan pemukulan terhadap Camat yang saat itu sedang memimpin rapat.

“Penandatanganan SK Ketua Gapoktanhut terpilih yang diikut oleh ratusan warga tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil mediasi yang digelar di Polsek Sungai Sampit pada Rabu, 25 Februari 2026, yang dihadiri Kapolres Kotim, Asisten I dan II Setda Kotim, serta unsur Forkopimcam. Mediasi lanjutan juga dilaksanakan di Kantor Kecamatan MHU pada Jumat, 27 Februari 2026.

Rapat Luar Biasa Jadi Dasar Pemilihan
Kegiatan pemilihan digelar di Kantor Desa Bagendang Tengah dan dihadiri perwakilan Kecamatan MHU, Kepala Desa Bagendang tengah, unsur kepolisian, Danramil, serta ratusan warga yang menggunakan hak pilihnya.

Kuasa hukum anggota Gapoktan, Dino Utomo, menjelaskan bahwa sebelum pemilihan dilakukan, pihaknya menggelar Rapat Anggota Luar Biasa sebagai forum resmi pengambilan keputusan.

“Dasar kami melaksanakan rapat luar biasa ini adalah hasil mediasi di Polsek Sungai Sampit dan di kecamatan. Dalam rapat tersebut disepakati dilakukan pemilihan ketua baru,” ujar Dino, Senin(2/3/2026).

Ia menyebutkan, dalam forum tersebut Jailani terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Gapoktan Bagendang Raya yang baru. Pergantian ini, menurutnya, dilakukan karena sebagian anggota menilai kepemimpinan sebelumnya tidak berjalan optimal.

Dino juga menyinggung persoalan struktur keanggotaan. Saat ini, Gapoktan Bagendang Raya tercatat memiliki sekitar 282 anggota. Namun, terdapat satu kelompok tani (poktan) yang hanya beranggotakan empat orang.

“Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 89 tahun 2018 disebutkan minimal 15 anggota dan dalam satu poktan Karena ada yang hanya empat orang, itu menjadi salah satu dasar dilaksanakannya rapat luar biasa selain AD/ART tentunya.

Ketua terpilih nantinya akan menyusun kepengurusan baru yang akan didaftarkan dan diteruskan ke instansi terkait untuk proses administrasi lebih lanjut.

Pelibatan masyarakat secara luas dalam proses pemilihan disebut merupakan bagian dari kesepakatan saat mediasi, sekaligus merujuk pada hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD pada 2022 lalu.

“Di poin empat hasil RDP disebutkan untuk mengakomodir seluruh kepala keluarga di Bagendang Tengah agar masuk dalam Poktan Buding Jaya dan Ramban Jaya. Itu yang kami jalankan,” tutup Dino.

Dengan terpilihnya kepengurusan baru, masyarakat berharap Gapoktan Bagendang Raya dapat kembali solid dan fokus memperjuangkan kepentingan petani di Desa Bagendang Tengah.( Ky )

PILIHAN EDITOR