Sumatera Selatan – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Safari Ramadhan di Polda Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga perwakilan buruh dan organisasi kemasyarakatan. Dalam kesempatan itu, Kapolri menekankan pentingnya menjaga nilai persatuan dan kesatuan, terutama di tengah berbagai dinamika yang terjadi baik di dalam maupun luar negeri.
“Seluruh rakyat harus bersatu sehingga dalam menghadapi berbagai situasi kita tetap berada dalam satu barisan. Jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang justru dapat memperburuk keadaan dan memecah belah persatuan bangsa,” ujar Sigit.
Ia mencontohkan, semangat persatuan yang kuat pernah menjadi kunci bagi Indonesia dalam menghadapi masa sulit, seperti saat pandemi Covid-19.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat mampu membantu Indonesia melewati krisis tersebut hingga perekonomian kembali tumbuh.
“Karena adanya kebersamaan antara Umara, ulama, dan seluruh masyarakat, kita bisa melewati masa sulit itu. Ekonomi kita pun kembali bergerak dan tumbuh,” katanya.
Lebih lanjut, Kapolri juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bersatu menghadapi berbagai dinamika global, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi situasi internasional.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengambil langkah-langkah terbaik demi melindungi seluruh rakyat Indonesia sesuai amanat konstitusi.
“Yakinlah pemerintah akan melakukan langkah-langkah terbaik. Bapak Presiden telah berkomitmen untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia sesuai amanah konstitusi,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Sigit mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung setiap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan bangsa.
“Walaupun Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dan penuh keberagaman, kita memiliki satu tekad yang sama, yaitu bersatu menjaga negara yang kita cintai,” pungkasnya. (Dudung)







