Lingga — Kepulauan Riau,Kepri—Pembangunan pasar tradisional yang di dirikan sudah lama sekitar tahun 2010, Namun hingga sampai sekarang bangunan pasar tersebut terbengkalai selama berdiri bangunan pasar tradisional tersebut belum pernah di bukak di gunakan layaknya pasar karna menurut keterangan beberapa warga setempat lokasi pembangunan pasar tersebut tidak tepat dan layak cocok di tempatnya untuk jadikan pasar, maka hingga sampai sekarang bangunan gedung pasar tradisional tersebut tidak di manfaatkan untuk berjualan pedagang hingga bangunan sudah rusak alias hancur baik atap dan bangunan hingga menjadi aset negara terbengkalai,
Dan pulkik pertanyakan apa kah boleh lokasi yang menjadi aset Negara di bolehkan di dirikan pembangunan lain seperti pembangunan gedung untuk kantor koprasi merah putih yang bersebelahan di pembangunan pasar tersebut,Yang masih dalam Lokasi lahan pasar tersebut,
Dengan bangunan luas kurang lebih 20 kali 30 Senti meter bertepat di sebelah gedung bangunan pasar, tepatnya di dusun 2 kampung tenggah RT/RW 02/02, Kelurahan Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau,Kepri,
Beberapa sumber warga setempat menjelaskan saat di jumpai pewarta ini kenapa dulu warga masyarakat sini mintak mau tempati untuk perkumpulan ibu PKK dan ngajar anak paut tapi dengan alasan tidak boleh karna lokasi dan bangunan sudah menjadi Aset Negara yang boleh di kotak Katik atau di ganggu bangunan baik lokasinya siapapun terkecuali negara yang mengelola,
Tapi kenapa sekarang di dirikan bangunan sebesar ukuran sebesar itu 20 kali 30 meter, katanya untuk kantor koprasi merah putih, ujar sumber
Hasil investigasi kami dari tim media teryata benar adanya pembangunan yng baru di dirikan sedang dalam pekerjaan banyak warga yng sedang bekerja dan bahan matrial di lokasi tersebut
Menurut keterangan beberapa warga di lokasi bangunan yang sedang dikerjakan tersebut di dalam lokasi lahan pasar yang di bangun sudah lama kurang lebih tahun 2010 bangunan dan lahan tersebut,
Ketua koprasi merah putih kelurahan raya yang di spa di panggil sehari harinya inisial Ahyar saat di jumpai di gedai kopi mengungkapkan kemaren ada komplain masalah lahan karna aset negara tapi sudah kami selesaikan bersama sama ada pk lurah dan pak camat tidak masah maka kita lanjutkan pembangunan itu, ungkapnya,Ahyar
(Mhd)









