Diduga Banyak Mobil Pelangsir Gunakan Barcode Ganda” Diminta APH Segera Bertindak.

beritapolricom

Februari 7, 2026

2
Min Read

Berita Lainnya

SAMPIT KALTENG. Stasion Pengisian Bahan bakar minyak Umum ( SPBU ) dengan Nomor
64.74.316. yang terletak di Km 08 Samuda, Kecamatan Mentawabaru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga layani pelangsir gunakan Barcode ganda.

Terbukti ada beberapa mobil yang diduga notabenya sebagai pelangsir kluar masuk ke SPBU dan antri dijalur peetalite bersubsidi,

Diketahui dugaan penggunaan Barcode ganda tersebut sudah berjalan cukup lama namun hingga saat ini belum tersentuh pihak berwajib.

” Diharapkan kepada pihak menejemen Pertamina, dan aparat penegak hukum ( APH ) segera turun tangan dan menindak sesuai hukum yang berlaku.

Sumber informasi yang dihimpun media ini Senin, 07/ Frebuari, 2026 yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan, permainan antara pihak petugas SPBU dengan pelangsir itu tergolong cukup licin,

Kalau disaat tidak banyak mobil umum yang antri dijalur Pertalite mereka menggunakan Barcode yang diduga ganda, namun apa bila ada orang yang dicurigai bergegas mereka mengeluarkan Barcode yang asli, tapi kalau dilihatnya aman aman saja baru mereka menggunakan Barcode ganda,” katanya.

 Coba diamati aja mobil yang keluar masuk dan ngantri dijalur Pertalite itu itu saja, biasanya para pelangsir dan petugas noxsel menggunakan trek sip pagi hari dan setiap perggantian sip pasti datang secara bersamaan hingga puluhan mobil yang tiba tiba datang antri dijalur Pertalite bersubsidi, untuk satu mobil dalam satu hari bisa masuk tiga sampai empat kali dengan isian 400 liter,” imbuhnya.

Pemainan curang itu sebetulnya masyarakat disekitaran SPBU sudah banyak orang tau cuma males ribut aja,” ucapnya.

” Sementara menurut pengendara lainya juga mengeluhkan hal senada, sering kali saya batal mau ngisi Pertalite, disitu karna banyak mobil yang ngantri sampai panjang didalam SPBU tersebut, belum lagi sepeda motor keluar masuk dijalur Pertalite, seakan tidak memberikan kesempatan buat kendaraan lain, terpaksa saya ngisi Pertamax meski harganya lebih mahal dari Pertalite,” ucapnya.

Anehnya lagi sering saya amati kalau yang dijalur Pertalide, banyak mobil umum tiba tiba dimatikan oleh petugas noxsel dan dikatakan sedang ggangguan atau eror,” jelasnya.

Kalau pelangsir saya dengar sekali masuk isian 400 ribu rupiah, bayar tip 10.000 rupiah, kepada opratornya terlepas itu benar dan tidaknya saya tidak tau.

Seperti yang kita lihat bersama itu banyak mobil yang diduga pelangsir yang keluar masuk dijalur Pertalite.
Sementara Pengawas SPBU Jalan Hm Arsyad Km 08 Samuda, Roby Candra ketika dihubungi media ini melalui pesan Whatsap, Saptu, 07/02/2026 sekira. Pukul 12.45 Wib terkait dugaan maraknya pelangsir Pertalite bersubsidi, sangat disayangkan yang bersangkutan tidak ada jawaban.
Saya berharap Pertamina, aparat penegak hukum ( APH )depat segera bertindak tegas atas dugaan kecurangan yang dilakukan oleh petugas noxsel dan pelangsir.
tegasnya.

( Ky )

PILIHAN EDITOR