Bekasi — Pelaksanaan program Green School di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri Cisalak Sumur Batu Bantargebang Kota Bekasi mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pihak sekolah dan Emil Salim Institute. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang.
Deddi Mulyadi Kepala MI Negeri Kota Bekasi, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi GIS Peduli dalam mendukung program pendidikan lingkungan di sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kota Bekasi tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran GIS Peduli. Ini merupakan terobosan yang sangat baik bagi pengembangan program sekolah kami ke depan,” ujar Deddi.
Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah memiliki perhatian serius terhadap isu lingkungan. Menurutnya, berbagai bencana alam yang terjadi saat ini tidak terlepas dari kerusakan lingkungan yang terjadi secara masif.
“Kami ingin menanamkan kepada anak didik sejak usia dini untuk mencintai lingkungan. Kesadaran ini penting karena banyak bencana terjadi akibat lingkungan yang tidak terjaga,” jelasnya.
Sebagai langkah nyata, sekolah membiasakan siswa membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan anorganik, serta memanfaatkan lahan sekolah untuk kegiatan penghijauan.

Dukungan juga datang dari Amelia Salih, perwakilan Emil Salim Institute. Ia menilai pendidikan lingkungan bagi anak-anak merupakan fondasi penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Kami sangat mendukung pendidikan lingkungan yang diberikan kepada anak-anak sejak usia dini. Anak-anak adalah fase awal pembentukan karakter,” ujarnya.
Menurut Amelia, meskipun dimulai dari kebiasaan kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, dampaknya akan besar jika dilakukan secara konsisten hingga dewasa.
Ia berharap anak-anak di kawasan Bantar Gebang dapat menjadi pelopor kebersihan dan memiliki kesadaran untuk mengurangi sampah yang berakhir di TPA.
“Bumi hanya satu dan tidak tergantikan. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (***)



