Serang — Banjir merendam kawasan Bumi Ciruas Permai 2 (BCP2), Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026. Genangan air yang cukup parah mengepung permukiman warga sejak subuh dan menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh.
Menanggapi kejadian tersebut, Lazgis Peduli melalui relawan Tagana Lazgis bergerak cepat melakukan tanggap darurat. Mereka tidak hanya menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, tetapi juga melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir di dalam rumah.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Harsono dari Lazgis Jakarta. Ia datang ke lokasi dengan membawa peralatan pendukung, seperti mesin pompa air dan perahu karet, yang digunakan untuk membantu proses evakuasi serta mengurangi dampak banjir di kawasan BCP2.
Harsono menjelaskan bahwa keterlibatan Lazgis Peduli di wilayah tersebut bukan kali pertama. “Kami bukan baru tahun ini berkontribusi di BCP. Lazgis sudah lama hadir dan dekat dengan warga,” ujar Harsono saat ditemui di lokasi banjir.
Menurutnya, Lazgis telah sekitar lima belas tahun bersosialisasi dengan masyarakat setempat melalui berbagai program sosial. Program tersebut meliputi pembinaan anak yatim dan dhuafa, termasuk anak-anak yatim binaan Lazgis yang berasal dari lingkungan Kampung Cides, Perumahan BCP, hingga Desa Ranjeng.
Sementara itu, Maman selaku salah satu pengurus Yayasan Lazgis menyampaikan bahwa banjir juga berdampak langsung pada fasilitas yayasan. Ia mengatakan aula dan kantor Lazgis ikut terendam, sehingga seluruh aktivitas terpaksa diliburkan sementara.

Maman menambahkan bahwa kondisiterparah terjadi di Sekolah Lazgis Annaba yang terendam banjir cukup dalam. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar dihentikan demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Dalam proses penanganan banjir, relawan Lazgis tidak bekerja sendiri. Mereka dibantu oleh masyarakat sekitar yang turut bergotong royong membantu evakuasi dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak, sebagai bentuk kepedulian bersama menghadapi bencana. (***)









