Kepala BNN Suyudi Ario Seto Dorong Strategi Global dan Humanis Berantas Narkoba

beritapolricom

Desember 28, 2025

2
Min Read

Berita Lainnya

Jakarta —- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan komitmennya dalam memberantas narkotika melalui strategi nasional yang terintegrasi, humanis, dan berorientasi pada kemanusiaan. Sejak menjabat sebagai Kepala BNN, ia langsung memprioritaskan penguatan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sebagai agenda utama lembaga.

 

Suyudi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada 25 Agustus 2025. Sejak saat itu, ia bergerak cepat menyusun cetak biru pemberantasan narkotika secara komprehensif, baik di tingkat nasional maupun melalui kerja sama internasional, guna mewujudkan visi “Indonesia Bersinar” atau Bersih dari Narkoba.

 

Pendekatan yang diusung Suyudi dilandasi pandangan bahwa narkotika merupakan ancaman serius terhadap masa depan bangsa dan bonus demografi Indonesia. Ia memandang perang melawan narkoba bukan semata penegakan hukum, melainkan misi kemanusiaan yang harus menyelamatkan generasi muda dari ketergantungan dan kehancuran sosial.

 

Melalui tema besar War on Drugs for Humanity, Suyudi menekankan pendekatan berbasis ilmiah dan kemanusiaan, khususnya terhadap para pengguna narkoba. “Rehabilitasi harus menjadi jalan utama bagi pengguna, karena mereka adalah korban yang perlu disembuhkan, bukan dihukum,” ujar Suyudi dalam salah satu kesempatan resmi.

 

Selain penguatan internal BNN melalui nilai integritas, soliditas, dan disiplin, Suyudi juga mendorong sinergi lintas sektor. Ia mengajak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat untuk terlibat aktif dalam pemberantasan narkoba, termasuk melalui penguatan program Desa Bersinar sebagai upaya pencegahan berbasis komunitas.

 

Dalam aspek penindakan, BNN di bawah kepemimpinan Suyudi melakukan operasi besar terhadap kartel narkoba di sejumlah wilayah rawan, seperti Kampung Ambon, Kampung Bahari, dan Kampung Berlan di Jakarta. Operasi tersebut berhasil menyita ratusan kilogram narkotika berbagai jenis serta puluhan ribu butir ekstasi, sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai peredaran gelap narkoba.

 

Keberhasilan lain yang menonjol adalah penangkapan buronan narkotika internasional Dewi Astutik di Kamboja, yang diduga terlibat dalam penyelundupan dua ton sabu senilai triliunan rupiah. Penangkapan ini menunjukkan penguatan intelijen dan kerja sama lintas negara yang dibangun BNN dalam menghadapi jaringan narkoba transnasional.

 

Di tingkat global, Suyudi juga aktif menyuarakan bahaya narkotika sintetis dalam forum internasional, termasuk pada Sidang Commission on Narcotic Drugs (CND) di Wina, Austria, serta mendorong peran pelajar Indonesia di luar negeri sebagai agen perubahan. Kepemimpinannya dinilai mencerminkan karakter pemimpin pragmatis dan progresif, yang mengedepankan hasil nyata, adaptif terhadap tantangan, dan berorientasi pada perubahan berkelanjutan demi masa depan Indonesia.  ***

PILIHAN EDITOR