Pengaruh Kebijakan JKN terhadap Kepuasan Pasien KIS di RSUD Cilegon Tahun 2025

beritapolricom

Desember 19, 2025

2
Min Read

Berita Lainnya

Cilegon –— Penerapan kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS) membawa dampak signifikan terhadap akses layanan kesehatan masyarakat. Di RSUD Cilegon, peningkatan jumlah pasien pengguna KIS terlihat jelas sepanjang tahun 2025, khususnya dari kalangan masyarakat menengah ke bawah yang sebelumnya terkendala biaya pengobatan.

 

Kebijakan ini dinilai berhasil membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Mahasiswa Universitas Pamulang Serang, Aslihatul Haikah, menilai bahwa JKN telah menjadi solusi penting dalam menjamin hak dasar warga negara di bidang kesehatan. Menurutnya, kemudahan akses menjadi indikator awal keberhasilan kebijakan tersebut.

 

“Asuransi kesehatan melalui JKN membuat masyarakat tidak lagi ragu datang ke rumah sakit karena takut dengan biaya pengobatan,” ujar Aslihatul Haikah dalam pandangannya. Rasa aman tersebut mendorong meningkatnya kunjungan pasien KIS ke RSUD Cilegon, sekaligus mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

 

Namun demikian, peningkatan jumlah pasien tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat kepuasan layanan. Sejumlah pasien masih mengeluhkan antrean panjang dan waktu tunggu yang relatif lama, terutama pada jam pelayanan yang padat. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit dalam menjaga kualitas pelayanan.

 

Kepuasan pasien, menurut penulis, tidak hanya ditentukan oleh kemudahan administrasi dan pembiayaan, tetapi juga oleh kualitas interaksi pelayanan yang diterima. Ketika beban pelayanan meningkat, tenaga medis dan fasilitas rumah sakit sering kali bekerja di bawah tekanan, sehingga berdampak pada optimalisasi layanan.

 

Selain faktor teknis, aspek komunikasi tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam membentuk kepuasan pasien. Pelayanan yang ramah, sikap empati, serta penjelasan medis yang mudah dipahami dinilai mampu memberikan pengalaman berobat yang lebih baik bagi pasien KIS, meskipun harus menunggu lebih lama.

“Hal-hal sederhana seperti sikap menghargai pasien dan komunikasi yang baik sering kali lebih dirasakan dibandingkan prosedur administratif,” kata Aslihatul Haikah. Ia menekankan bahwa pendekatan humanis dalam pelayanan kesehatan menjadi kunci penting dalam meningkatkan kepuasan pasien.

 

Ke depan, kebijakan JKN perlu terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, khususnya di rumah sakit daerah seperti RSUD Cilegon. Peningkatan jumlah pasien harus diimbangi dengan perbaikan sistem pelayanan, penambahan tenaga kesehatan, serta penguatan fasilitas. Dengan demikian, tujuan JKN tidak hanya sebatas memperluas akses, tetapi juga memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan manusiawi bagi seluruh masyarakat.

 

 

 

Penulis:

Aslihatul Haikah (Mahasiswa)

Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P. (Dosen Pembimbing)

Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos.

(Kepala Program Studi Administrasi Negara, Universitas Pamulang Serang)

 

PILIHAN EDITOR