Kakorlantas Siapkan Empat Klaster Pengamanan Nataru 2025/2026 dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

beritapolricom

Desember 10, 2025

2
Min Read

Berita Lainnya

Cilegon — Kepolisian Republik Indonesia melalui Korps Lalu Lintas menyiapkan pola pengamanan khusus untuk menghadapi masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini disusun sebagai respons atas meningkatnya mobilitas masyarakat serta potensi gangguan cuaca ekstrem pada puncak musim liburan akhir tahun.

 

Persiapan tersebut disampaikan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho saat memberikan keterangan pers di Pelabuhan Merak, Selasa (9/12/2025). Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa Operasi Lilin 2025 menjadi wujud kehadiran negara dalam menjamin keamanan publik, termasuk kelancaran lalu lintas selama periode Nataru.

 

Agus menuturkan bahwa salah satu tantangan utama pada pengamanan tahun ini berkaitan dengan dinamika cuaca. Ia menjelaskan bahwa personel di lapangan telah diarahkan untuk menyesuaikan cara bertindak sesuai kondisi di setiap lokasi. “Yang paling menantang adalah saat terjadi cuaca ekstrem. Skenario cara bertindak akan kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

 

Untuk memperkuat kesiapan tersebut, Korps Lalu Lintas membagi pengamanan ke dalam empat klaster utama. Pembagian ini bertujuan mempermudah koordinasi lintas instansi dan memastikan efektivitas pengawasan. Menurut Agus, empat klaster tersebut mencakup jalur tol dan arteri, pelabuhan dan penyeberangan, tempat ibadah, serta kawasan wisata.

 

Ia menjelaskan bahwa setiap klaster memiliki karakteristik dan risiko berbeda sehingga diperlukan penempatan personel serta strategi manajemen arus yang spesifik. “Tol dan arteri kita kelola, pelabuhan dan penyeberangan juga sudah kita siapkan, kemudian tempat ibadah, dan terakhir tempat wisata,” terangnya dalam kesempatan yang sama.

 

Perencanaan pengamanan juga memperhitungkan proyeksi pergerakan masyarakat yang diprediksi meningkat tajam. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai 191 juta perjalanan selama periode liburan. Informasi tersebut menjadi dasar koordinasi teknis antara Polri, Kemenhub, pengelola jalan tol, dan instansi daerah.

 

Agus menyebutkan bahwa arus kendaraan keluar Jakarta menuju berbagai kawasan diperkirakan mencapai 2,9 juta unit, sementara arus balik diproyeksikan sekitar 2,8 juta kendaraan. Angka tersebut menggambarkan potensi kepadatan pada sejumlah titik, terutama jalur Trans Jawa, Ciawi, Bandung, Merak, hingga akses menuju Sumatera.

 

Dengan perkiraan lonjakan tersebut, Kakorlantas memastikan bahwa berbagai skenario pengaturan arus lalu lintas telah disiapkan. Langkah-langkah seperti rekayasa arus, penambahan personel, hingga penyesuaian prosedur layanan di pelabuhan dan jalan tol telah dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak.

 

Agus menegaskan komitmen seluruh jajaran untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur akhir tahun. “Skenario cara bertindak sudah kami siapkan semuanya,” tutupnya, sembari memastikan bahwa setiap titik rawan telah dipetakan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.  ***

 

 

PILIHAN EDITOR