Tim K-9 Ditpolsatwa Baharkam Polri dan Polda Sumut Dikerahkan untuk Pencarian Korban Bencana di Tapanuli Tengah

beritapolricom

Desember 9, 2025

2
Min Read

Berita Lainnya

Tapanuli Tengah—Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri bersama Unit Satwa Polda Sumatera Utara mengerahkan tim Search Unit K-9 SAR untuk membantu pencarian korban bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Operasi tersebut dilaksanakan pada Senin, 8 Desember 2025, sebagai respons cepat terhadap situasi darurat yang membutuhkan kemampuan pelacakan khusus.

 

Pengerahan ini dilakukan untuk menyisir area terdampak dan mencari korban yang diduga telah meninggal dunia. Upaya pencarian difokuskan pada wilayah yang terindikasi memiliki potensi keberadaan jenazah, sehingga diperlukan anjing pelacak dengan kemampuan Cadaver. Informasi ini disampaikan dalam laporan resmi kegiatan yang dihimpun dari lapangan.

 

Kegiatan dimulai sejak pagi dengan pelaksanaan apel persiapan sekitar pukul 07.45 WIB di markas awal sebelum menuju Posko Basarnas di Kecamatan Pandan. Setibanya di posko pada pukul 08.11 WIB, seluruh personel mengikuti apel gabungan guna membahas pembagian sektor pencarian sesuai hasil koordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait.

 

Total 17 personel gabungan diterjunkan, terdiri atas 10 personel Ditpolsatwa Baharkam Polri dan 7 personel Unit Satwa Polda Sumut. Mereka membawa empat ekor anjing pelacak K-9 dengan spesifikasi Cadaver. Seluruh unsur disiapkan untuk bekerja dalam medan yang cukup menantang, terutama di sektor-sektor yang dinilai kritis.

 

Pada sekitar pukul 09.21 WIB, tim bergerak menuju lokasi pertama di Haloban Aer, Kecamatan Tapian Nauli, untuk melakukan pemetaan area. Setelah pemetaan selesai, tim langsung memulai penyisiran. Dari hasil pencarian tersebut, anjing pelacak berhasil mengidentifikasi satu titik yang mengarah pada indikasi kuat keberadaan korban.

 

Pencarian berlanjut ke lokasi kedua sekitar pukul 13.12 WIB. Di titik tersebut, anjing pelacak kembali memberikan respons yang menandakan adanya indikasi korban. Meski demikian, proses lanjutan belum dapat dilakukan secara maksimal karena medan yang padat dan membutuhkan alat berat untuk penggalian.

 

Tim di lapangan menyebutkan bahwa kendala terbesar adalah ketiadaan alat berat yang memadai untuk mendukung proses evakuasi pada titik-titik yang telah ditemukan. Menurut pernyataan resmi personel K-9, “Kami sudah mendapatkan dua titik indikasi, namun proses penggalian harus menunggu dukungan alat berat agar evakuasi dapat dilakukan dengan aman.”

 

Hingga saat ini, tim Ditpolsatwa Baharkam Polri dan Unit Satwa Polda Sumut terus berkoordinasi dengan Basarnas, pemerintah daerah, dan instansi lain yang terlibat. Mereka memastikan setiap perkembangan di lapangan direspons secara cepat, sehingga proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lebih efektif dan terarah.  ***

PILIHAN EDITOR