Jakarta — Polda Metro Jaya menurunkan lebih dari 1.600 personel gabungan untuk mengamankan Perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia yang dipusatkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapan aparat menghadapi kegiatan ibadah besar yang berlangsung pada akhir pekan, menjelang perayaan Natal 2025.
Kegiatan ibadah akbar tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 75.000 jemaat dari berbagai wilayah. Polda Metro Jaya menyebut jumlah itu menjadi salah satu konsentrasi pengamanan terbesar di Ibu Kota pada momentum Natal tahun ini. Fokus utama aparat adalah memastikan kelancaran, kenyamanan, dan keamanan seluruh rangkaian ibadah.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tenaga medis, hingga relawan. Ia menegaskan bahwa seluruh personel ditugaskan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Fokus kami adalah memberikan pelayanan yang ramah dan mudah diakses oleh seluruh jemaat agar mereka dapat beribadah dengan nyaman,” ujarnya.
Penempatan personel dilakukan di titik-titik keramaian, pintu masuk stadion, serta jalur sirkulasi jemaat. Dalam keterangan tertulis yang disampaikan sebelum acara berlangsung, Polda Metro Jaya menekankan bahwa kemudahan akses bagi lansia, anak-anak, dan keluarga menjadi prioritas. Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan, “Kami mengimbau jemaat datang lebih awal sebelum acara dimulai. Pos pelayanan terpadu juga kami siapkan bagi yang membutuhkan.”
Upaya pengaturan lalu lintas turut disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar kawasan Senayan. Aparat mengajukan permohonan maaf kepada masyarakat apabila terjadi penyesuaian arus kendaraan yang berdampak pada aktivitas warga. Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan, “Apabila terdapat penyesuaian lalu lintas, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Semua dilakukan demi kelancaran kegiatan tersebut.”
Selain itu, masyarakat diminta berperan aktif menjaga ketertiban selama berlangsungnya kegiatan keagamaan tersebut. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa situasi kondusif hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara aparat keamanan dan warga. Dalam imbauannya, Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, “Kami mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan.”
Pengamanan juga diperkuat dengan kehadiran tim medis dan relawan yang disiagakan untuk memberikan layanan kesehatan darurat. Kehadiran unsur pendukung ini disebut sebagai langkah antisipatif guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman tanpa kendala berarti. Polda Metro Jaya menargetkan seluruh jemaat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan penuh khidmat.
Di akhir pernyataannya, Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila menemukan kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan. Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, “Bila melihat atau mengalami hal yang berpotensi mengganggu keamanan, silakan segera hubungi Call Center Polri 110. Layanan ini gratis dan aktif 24 jam.” Ia berharap perayaan Natal tahun ini berlangsung damai, penuh sukacita, serta menjadi momen kebersamaan bagi seluruh umat. ***









