Pemkot Bekasi Gencarkan Sosialisasi Layanan Darurat Patriot Siaga 112, Wujud Kota Tanggap dan Aman

beritapolricom

Oktober 27, 2025

4
Min Read

Berita Lainnya

BekasiPemerintah Kota Bekasi terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sistem penanganan kondisi darurat di wilayahnya. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi), Pemkot Bekasi kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi Layanan Kegawatdaruratan “Patriot Siaga 112”.

 

Kegiatan sosialisasi kali ini digelar di Aula Kecamatan Jatiasih, pada Jumat (24/10/2025). Agenda tersebut dihadiri unsur aparatur kecamatan, perangkat kelurahan, perwakilan organisasi masyarakat, serta tokoh lingkungan setempat.

 

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas pengetahuan masyarakat mengenai fungsi dan manfaat layanan darurat 112 sebagai saluran cepat tanggap terhadap berbagai situasi kritis.

 

Sosialisasi tersebut disusun secara interaktif melalui pemaparan materi, tanya jawab, hingga simulasi pelaporan insiden darurat. Masyarakat diajak memahami prosedur pelaporan serta cara petugas merespons laporan di lapangan.

 

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Banyak warga yang mengajukan pertanyaan tentang waktu tanggap petugas, jenis kejadian yang dapat dilaporkan, serta kesiapan sistem komunikasi di pusat panggilan.

 

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfostandi Kota Bekasi, Fitrianti, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 32 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Layanan Kegawatdaruratan.

 

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk membangun sistem respons cepat di seluruh wilayah Kota Bekasi.

“Layanan 112 hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan pertama secara cepat dan terpadu,” ujar Fitrianti.

Fitrianti menambahkan bahwa keberadaan Patriot Siaga 112 adalah bentuk nyata dari komitmen Pemkot Bekasi dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan mudah diakses oleh siapa pun tanpa biaya.

 

Menurutnya, seluruh warga Bekasi berhak mendapatkan jaminan keselamatan melalui sistem layanan darurat yang modern dan terkoordinasi. Dengan adanya layanan ini, masyarakat dapat segera terhubung ke petugas berwenang tanpa perlu menggunakan pulsa.

 

Layanan 112 dapat digunakan selama 24 jam penuh setiap hari. Jenis laporan yang bisa disampaikan mencakup kejadian kebakaran, kecelakaan lalu lintas, tindak kriminal, bencana alam, hingga keadaan gawat medis.

 

Fitrianti juga menyebutkan bahwa pihaknya terus memperkuat infrastruktur jaringan komunikasi dan pelatihan operator agar proses penerimaan dan distribusi laporan berjalan cepat dan akurat.

“Petugas kami dilatih untuk merespons setiap panggilan dengan tenang, profesional, dan sesuai prosedur penanganan darurat,” tuturnya.

 

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat koordinasi antara Diskominfostandi, unsur kecamatan, perangkat kelurahan, serta aparat keamanan dan kesehatan yang tergabung dalam sistem 112.

 

Dengan adanya sinergi lintas sektor, diharapkan setiap laporan masyarakat dapat segera diteruskan ke instansi terkait tanpa ada hambatan administratif. Hal ini sekaligus memperpendek waktu tanggap darurat di lapangan.

 

Fitrianti menilai, peningkatan literasi masyarakat terhadap layanan darurat menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan kota yang aman dan tangguh. Edukasi semacam ini akan terus dilakukan ke seluruh kecamatan di Kota Bekasi.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menggencarkan kegiatan sosialisasi ke berbagai wilayah agar warga mengetahui cara mengakses layanan ini.

“Semakin banyak masyarakat yang paham, maka semakin cepat pula penanganan yang dapat dilakukan ketika musibah terjadi,” tambahnya.

 

Selain mengedukasi warga, Diskominfostandi juga memanfaatkan kegiatan ini sebagai momentum untuk mengevaluasi kesiapan teknis pusat panggilan dan jaringan integrasi antarinstansi.

 

Kecamatan Jatiasih dipilih menjadi lokasi sosialisasi karena wilayah ini memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dan kerentanan terhadap sejumlah potensi kedaruratan, seperti banjir musiman dan kebakaran permukiman.

 

Dengan hadirnya layanan Patriot Siaga 112, masyarakat diharapkan dapat segera melapor tanpa rasa panik, karena seluruh laporan akan langsung diterima oleh operator dan diteruskan ke petugas lapangan terdekat.

 

Sosialisasi di Jatiasih ini menegaskan kembali tekad Pemkot Bekasi untuk menghadirkan sistem pelayanan publik yang tangguh, efisien, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

 

Melalui kegiatan berkelanjutan, Bekasi diharapkan menjadi kota yang siap siaga dalam menghadapi situasi darurat sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sistem tanggap darurat terpadu.

 

Sosialisasi Call Center Patriot Siaga 112 menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kesadaran dan kesiapsiagaan warga untuk menciptakan kota yang aman, tanggap, dan humanis. ***

 

Editor: Redaksi

 

PILIHAN EDITOR